Sabtu, 07 November 2009

Hidup Adalah Anugerah

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

Kamis, 01 Oktober 2009

Keep Dreaming Keep Action

Einstein mengatakan bahwa: “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja“.

Sekarang ini banyak selogan yang dikeluarkan oleh banyak orang yang topiknya seolah membius kita: “Stop Dreaming Start Action“. Saya mengatakan bahwa slogan itu sepenuhnya tidak benar.

Mengapa? Coba kita bayangkan, segala sesuatu yang Anda jalani saat ini adalah tidak lepas dari ‘dream’ atau mimpi Anda entah beberapa tahun yang lalu kan?

Sejarah pesawat terbang yang menjadi angkutan favorit saat ini berawal dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Thomas Alfa Edison juga menemukan bolam lampu dari mimpi besar dia untuk menerangi dunia.

Jadi totally kita semua harus tetap memupuk mimpi-mimpi besar kita untuk membuat perubahan yang membantu terwujudnya dunia yang lebih maju dan bermanfaat bagi orang banyak.

Jadi dua cara untuk untuk menjalani kehidupan ini dan keduanya benar.

1. Dengan penuh keajaiban karena kita menyerahkan totally kepada Kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, dan

2. Dengan biasa-biasa saja, karena yaaa… memang beginilah kehidupan ini.

Dan semua orang jika ditanya, mereka justru akan memilih nomor 1, karena secara fitrah (suci) kita semua adalah ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu dekat denngan-Nya.

Jadi, mari kita jalani kehidupan ini dengan penuh ajaib, dengan selalu bersyukur setiap apa yang kita dapatkan.

Senin, 07 September 2009

4 Langkah Mudah Menghindari Telat Deadline

Deadline - photo by Sarajea

Deadline - photo by Sarajea

Siapa disini yang pernah telat menyelesaikan deadline hayooo? Saya yakin kita semua pernah mengalaminya, apalagi freelancer seperti kita yang menjadi bos dari diri sendiri. Weits, bukan berarti karena kita freelancer jadinya kita bisa seenaknya tidak patuh deadline, salah itu!

Justru karena kita freelancer, kita harusnya punya lebih banyak kontrol terhadap apa yang kita kerjaan dan telat menghadapi deadline harusnya bisa lebih minimal (seharusnya). Coba sekarang kita manfaatkan kontrol yang kita punya itu dan terapkan 4 langkah dibawah agar kita bisa menghindari pekerjaan yang telat.

Jangan jadi deadliner!

Saya sengaja menaruh ini di paling atas karena inilah biasanya penyebab utama terjadinya keterlambatan. Kata-kata seperti “Ah masih lama” atau “Besok masih bisa laa!” harus selalu dihindari! Anda jauh lebih baik mencicil pekerjaan Anda daripada menghabiskan semalaman suntuk menyelesaikan proyek pada H-1. Ingat bahwa badan Anda ada batasnya!

Kebiasaan ini juga sangat perlu dihindari karena biasanya masalah-masalah baru akan bermunculan di detik-detik terakhir. Bila Anda deadliner, saya yakin Anda tahu apa yang saya maksud +wink+

Langkah ini lebih ke arah mindset. Siapkan niat Anda lalu lakukanlah langkah kedua.

Rencanakan semuanya dengan baik

Nobody plans to fail,
they just fail to plan

Perencanaan itu penting, kerja tu jangan berantakan. Bacalah artikel kami tentang workflow standar freelancer bila Anda masih tidak mempunyai gambaran jelas tentang cara Anda bekerja. Perlu diingatkan bahwa disini Anda sepenuhnya yang pegang kontrol, jadilah orang yang fleksibel Namun bertanggung jawab. Temukan workflow kerja yang cocok untuk Anda dan kerjakan dengan disiplin.

Saya sendiri biasa memulai hari dengan mendaftarkan semua yang saya harus kerjakan hari itu dan akan mencontengnya satu persatu bila sudah selesai. Biasakan mendaftarkan kegiatan yang kecil dan seperti: “membuat menu menggunakan suckerfish” dan “mengerjakan fitur A” daripada “selesaikan desain situs B”. Dengan begitu pada saat hari berakhir, kita akan merasa sudah mengerjakan banyak hal! :D

Jangan terlalu menganggap tinggi kemampuan Anda

Sudah baca Pengalaman kita #7? Siapa coba yang pernah mengalaminya? Saya dulu sering sekali mengalami hal tersebut karena saya terlalu tinggi menilai kemampuan saya. Kita bukan Superman! Kita manusia biasa yang butuh istirahat dan pastinya kemampuan kita ada batasnya. Belajarlah untuk mengukur batasan tersebut.

Tapi jangan jadikan ini alasan untuk kalian berleha-leha. Tentukan batas optimal, bukan maksimal dari kemampuan kalian dan coba kembangkan secara perlahan-lahan. Ngomong si gampang memang :P Tapi saya yakin Anda akan mengetahui batas kemampuan diri (dan kesehatan pribadi) sejalannya dengan pengalaman yang didapatkan.

Evaluasi kinerja Anda dan Adaptasi

Langkah ini banyak sekali dilupakan oleh freelancer, terutama yang sudah lama berkecimpung di dunia freelancing. Banyak yang lupa bahwa semua proses yang kita lakukan butuh pengawasan, sama seperti di dunia kerja di mana bos kitalah yang mengawasi. Nah, sekarang tidak ada bos! Maka dari itu kitalah yang wajib mengawasi diri kita sendiri.

Cobalah evaluasi kinerja Anda tiap bulan, berapa proyek yang sudah Anda kerjakan dengan sukses, berapa yang telat, berapa yang tidak sesuai ekspektasi, dan dari semua data tersebut cobalah Anda mengevaluasi kesalahan Anda. Identifikasikan masalah dan cobalah atasi segera agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di bulan-bulan berikutnya.

Aria Rajasa