BELOPA MY CITY MY HOME I LOVE FULL
zwani.com myspace graphic comments

Sabtu, 07 November 2009

Hidup Adalah Anugerah

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

Kamis, 01 Oktober 2009

Keep Dreaming Keep Action

Einstein mengatakan bahwa: “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja“.

Sekarang ini banyak selogan yang dikeluarkan oleh banyak orang yang topiknya seolah membius kita: “Stop Dreaming Start Action“. Saya mengatakan bahwa slogan itu sepenuhnya tidak benar.

Mengapa? Coba kita bayangkan, segala sesuatu yang Anda jalani saat ini adalah tidak lepas dari ‘dream’ atau mimpi Anda entah beberapa tahun yang lalu kan?

Sejarah pesawat terbang yang menjadi angkutan favorit saat ini berawal dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Thomas Alfa Edison juga menemukan bolam lampu dari mimpi besar dia untuk menerangi dunia.

Jadi totally kita semua harus tetap memupuk mimpi-mimpi besar kita untuk membuat perubahan yang membantu terwujudnya dunia yang lebih maju dan bermanfaat bagi orang banyak.

Jadi dua cara untuk untuk menjalani kehidupan ini dan keduanya benar.

1. Dengan penuh keajaiban karena kita menyerahkan totally kepada Kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, dan

2. Dengan biasa-biasa saja, karena yaaa… memang beginilah kehidupan ini.

Dan semua orang jika ditanya, mereka justru akan memilih nomor 1, karena secara fitrah (suci) kita semua adalah ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu dekat denngan-Nya.

Jadi, mari kita jalani kehidupan ini dengan penuh ajaib, dengan selalu bersyukur setiap apa yang kita dapatkan.

Senin, 07 September 2009

4 Langkah Mudah Menghindari Telat Deadline

Deadline - photo by Sarajea

Deadline - photo by Sarajea

Siapa disini yang pernah telat menyelesaikan deadline hayooo? Saya yakin kita semua pernah mengalaminya, apalagi freelancer seperti kita yang menjadi bos dari diri sendiri. Weits, bukan berarti karena kita freelancer jadinya kita bisa seenaknya tidak patuh deadline, salah itu!

Justru karena kita freelancer, kita harusnya punya lebih banyak kontrol terhadap apa yang kita kerjaan dan telat menghadapi deadline harusnya bisa lebih minimal (seharusnya). Coba sekarang kita manfaatkan kontrol yang kita punya itu dan terapkan 4 langkah dibawah agar kita bisa menghindari pekerjaan yang telat.

Jangan jadi deadliner!

Saya sengaja menaruh ini di paling atas karena inilah biasanya penyebab utama terjadinya keterlambatan. Kata-kata seperti “Ah masih lama” atau “Besok masih bisa laa!” harus selalu dihindari! Anda jauh lebih baik mencicil pekerjaan Anda daripada menghabiskan semalaman suntuk menyelesaikan proyek pada H-1. Ingat bahwa badan Anda ada batasnya!

Kebiasaan ini juga sangat perlu dihindari karena biasanya masalah-masalah baru akan bermunculan di detik-detik terakhir. Bila Anda deadliner, saya yakin Anda tahu apa yang saya maksud +wink+

Langkah ini lebih ke arah mindset. Siapkan niat Anda lalu lakukanlah langkah kedua.

Rencanakan semuanya dengan baik

Nobody plans to fail,
they just fail to plan

Perencanaan itu penting, kerja tu jangan berantakan. Bacalah artikel kami tentang workflow standar freelancer bila Anda masih tidak mempunyai gambaran jelas tentang cara Anda bekerja. Perlu diingatkan bahwa disini Anda sepenuhnya yang pegang kontrol, jadilah orang yang fleksibel Namun bertanggung jawab. Temukan workflow kerja yang cocok untuk Anda dan kerjakan dengan disiplin.

Saya sendiri biasa memulai hari dengan mendaftarkan semua yang saya harus kerjakan hari itu dan akan mencontengnya satu persatu bila sudah selesai. Biasakan mendaftarkan kegiatan yang kecil dan seperti: “membuat menu menggunakan suckerfish” dan “mengerjakan fitur A” daripada “selesaikan desain situs B”. Dengan begitu pada saat hari berakhir, kita akan merasa sudah mengerjakan banyak hal! :D

Jangan terlalu menganggap tinggi kemampuan Anda

Sudah baca Pengalaman kita #7? Siapa coba yang pernah mengalaminya? Saya dulu sering sekali mengalami hal tersebut karena saya terlalu tinggi menilai kemampuan saya. Kita bukan Superman! Kita manusia biasa yang butuh istirahat dan pastinya kemampuan kita ada batasnya. Belajarlah untuk mengukur batasan tersebut.

Tapi jangan jadikan ini alasan untuk kalian berleha-leha. Tentukan batas optimal, bukan maksimal dari kemampuan kalian dan coba kembangkan secara perlahan-lahan. Ngomong si gampang memang :P Tapi saya yakin Anda akan mengetahui batas kemampuan diri (dan kesehatan pribadi) sejalannya dengan pengalaman yang didapatkan.

Evaluasi kinerja Anda dan Adaptasi

Langkah ini banyak sekali dilupakan oleh freelancer, terutama yang sudah lama berkecimpung di dunia freelancing. Banyak yang lupa bahwa semua proses yang kita lakukan butuh pengawasan, sama seperti di dunia kerja di mana bos kitalah yang mengawasi. Nah, sekarang tidak ada bos! Maka dari itu kitalah yang wajib mengawasi diri kita sendiri.

Cobalah evaluasi kinerja Anda tiap bulan, berapa proyek yang sudah Anda kerjakan dengan sukses, berapa yang telat, berapa yang tidak sesuai ekspektasi, dan dari semua data tersebut cobalah Anda mengevaluasi kesalahan Anda. Identifikasikan masalah dan cobalah atasi segera agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di bulan-bulan berikutnya.

Aria Rajasa

Selasa, 04 Agustus 2009

DOA GADIS KECIL

Beberapa bulan lagi usianya genap tujuh tahun. Saat ini ia telah duduk di
kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Suatu ketika perhatiannya tertarik pada sebuah
kotak yang sangat indah yang dibawa ayahnya sekembali dari bekerja. Perlahan
dihampirinya sang ayah dan berkata perlahan seakan berbisik :

Yah, kotak apa itu ? ayah singgah di mall ?

Kotak berisi cincin untuk bunda… sahut ayah menjelaskan seraya
memperlihatkan sebuah cincin mungil bertahtakan berlian bergemerlap bagai
bintang yang sedang berkedip.

Aku ingin kotaknya saja ‘yah… boleh? Pintanya sambil mengamati benda yang
masih bertengger di telapak tangan ayah. Sebuah kotak mungil yang sangat
lucu berwarna biru.

Untuk apa sayang ? Sergap ayah sambil memicingkan mata.. pandangannya seakan
menyelidik sesuatu yang sangat rahasia di dalam benak putri yang dikasihinya
itu.
“Aku ingin menyimpan sesuatu yang lebih berharga” ke dalam kotak itu. Sahut
si gadis kecil serius.

Sang ayah dengan bijak mengeluarkan cincin tersebut dan menyerahkan kotak
kosong itu kepada putri kesayangannya dengan tatapan yang masih penuh tanda
tanya.
Karena kelelahan setelah seharian bekerja… ayah tidak tertarik lagi untuk
menelusuri kejelasan kalimat “sesuatu yang berharga” yang baru saja
diucapkan oleh putrinya.

Selang beberapa minggu……

…… sambil berlari-lari kecil, gadis mungil itu mengejar ayahnya yang sedang
melangkah menuju ruang shalat. Suara tarhim mulai terdengar mendayu dayu
dari mesjid yang terletak tidak seberapa jauh dari tempat tinggal mereka.
Tarhim adalah isyarat bahwa azan magrib akan segera dikumandangkan. Secara
rutin setiap waktu magrib, isya dan subuh ayah memimpin shalat dalam
keluarga.

Ayah… suara gadis itu merdu… sang ayah sejenak menghentikan langkah untuk
memasuki ruangan shalat.. dengan penuh tanda tanya ditungguinya langkah
gadis kecil itu menghampirinya. Melihat gelagat seperti ini pasti ada
sesuatu yang luar biasa, demikian pikir ayah sekilas.

Ada apa sayang? tanya ayah penasaran sambil mengernyitkan kedua alisnya
disertai senyum datar yang kurang menarik perhatian gadis kecilnya.

Si gadis lalu berusaha mendekatkan mulutnya ke telinga ayah untuk
membisikkan sesuatu… memahami maksud tersebut ayah membungkukan badan agar
mudah terjangkau si kecil.

Aku mau memberi bingkisan ini untuk hadiah ulang tahun ayah… ucap gadis itu
dengan polos seraya memperlihatkan kotak kecil yang terbungkus rapih
menggunakan sehelai kertas buku tulis bergaris…. Serta merta bibir laki-laki
tua itu terpilin membentuk senyum misterius yang walau agak susah dipahami
gadis kecilnya, tetapi si gadis tetap yakin bahwa dalam senyum itu ada kasih
sayang
yang sangat khas yang sudah dikenalinya selama ini.

Apa isinya sayang? cecar ayah seakan-akan tidak sabaran untuk membuka kotak
tersebut.

Bukalah sekarang yah… pintanya singkat, seakan akan ingin menyelesaikan
persoalan.

Tanpa menunggu lama-lama kotak itu dibuka perlahan dan sangat hati-hati..
wow! Kotak kosong… Seru ayahnya seraya meledakkan tertawa bahagia yang tidak
jelas asal usulnya.

Sst… tukas gadis kecil itu seraya menempelkan jari telunjuk ke permukaan
bibirnya sendiri… “Dalam kotak itu ada doa ‘yah..” urainya seakan
menggurui…. “Ayah pernah berkata bahwa doa adalah perhiasan yang sangat
mahal…. karena dengan doa segala sesuatu bisa menjadi lebih berharga. Di
dalam kotak itu tersimpan doaku untuk bingkisan hari ulang tahun ayah.”

Astaghfirullah al ‘adzhiem.. masya Allah.. Ya Allah… gumam laki-laki
setengah baya itu terjerembab dalam perasaan penuh pesona. Kedua bibirnya
seketika terkatup rapat-rapat seakan menahan sesuatu yang ingin meledak dari
dalam perasaannya. Secara samar dia merasakan seolah dirinya sedang
berhadapan dengan segelintir malaikat suci yang dengan anggun berdiri di
hadapannya.

Selamat hari ulang tahun ‘yah… ucap gadis mungil itu seraya mencium tangan
ayah dan menuntunnya ke ruang shalat.

Sang ayah mengikuti langkah bidadari kecilnya menuju mihrab tanpa mampu
mengucapkan sepatah kata pun.. Azan maghrib sayup-sayup terdengar dari
kejauhan. Airmata kebahagiaan berderai menggenangi apa yang bisa
digenanginya, seakan turut bersujud ketika beberapa butir meluncur bagai
kristal bening menerpa sujadah saat takbir di ikrarkan ke hadapan Allah.

Allahu Akbar.

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka
dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka[*], dan Kami
tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia
terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. 52:21)

[*] Maksudnya: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah
derajatnya sebagai derajat bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak mereka
dalam surga.

Sabtu, 31 Januari 2009

ANALISIS SWOT

Pengertian dan Tujuan

SWOT adalah singkatan dari bahasa Inggris STRENGTHS (Kekuatan), WEAKNESSES (Kelemahan), OPPORTUNITIES (Peluang) dan THREATS (Ancaman). Analisa SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.


Analsis SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah:

1. Menyiapkan sesi SWOT.
2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
3. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.
4. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.
5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan.


Manfaat Analisa SWOT
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman organisasi


Langkah-Langkah Penerapan

Langkah 1: Menyiapkan sesi SWOT

* SWOT kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit.
* Peserta dibagi dalam kelompok dengan maksimum 6 orang per kelompok.
* Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
* Setiap kelompok membuat sebuah matriks SWOT sesuai dengan contoh.
* Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
* Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi matriks SWOT.

Langkah 2: Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan

* Dengan menggunakan curah pendapat, tulis pada kartu semua kekuatan di dalam organisasi (internal). Kekuatan bisa berupa, tenaga trampil, gaji, sarana. Setelah kartu diisi tempelkan pada kertas flipchart.
* Setelah selesai menyusun kekuatan internal, dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal) pada kartu lalu ditempelkan pada flipchart .

Langkah 3: Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman

* Dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan semua kesempatan di luar organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa latihan, tenaga baru, peraturan baru dan seterusnya.
* Dengan menggunakan curah pendapat, buatlah daftar ancaman di luar organisasi (ancaman ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.

Langkah 4: Melakukan ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang

* Daftarkan dalam kolom masing-masing: kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang.
* Buatlah ranking setiap kolom. Yang perlu dipikirkan adalah pentingnya kesempatan / ancaman dan berapa besar kemungkinan kesempatan / ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan ancaman dan peluang.

Langkah 5: Menganalisis kekuatan dan kelemahan

* Masukan kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
* Kekuatan diisi sesuai ranking yang telah dikerjakan, kekuatan yang paling besar di atas, yang kurang besar di bawah.
* Setelah kekuatan diisi, disusul dengan kelemahan.
* Masukan kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
* Hubungkan kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
* Kombinasi di mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang paling positif. Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
* Kombinasi kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan harus dihindari.
* Setiap kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk mengurangi kelemahan atau ancaman.

Catatan:
Analisis SWOT bukanlah akhir dari proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda perlu menentukan rencana tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada "pendapat" dan indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada "kenyataan".

Contoh :

Fishbone Analysis

Pengertian dan Tujuan


Analisa tulang ikan dipakai jika ada perlu untuk mengkategorikan berbagai sebab potensial dari satu masalah atau pokok persoalan dengan cara yang mudah dimengerti dan rapi. Juga alat ini membantu kita dalam menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses. Yaitu dengan cara memecah proses menjadi sejumlah kategori yang berkaitan dengan proses, mencakup manusia, material, mesin, prosedur, kebijakan dan sebagainya.

Langkah-Langkah:

  1. Menyiapkan sesi sebab-akibat
  2. Mengidentifikasi akibat
  3. Mengidentifikasi berbagai kategori.
  4. Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saran.
  5. Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama
  6. Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin

Manfaat Analisa Tulang Ikan
Memperjelas sebab-sebab suatu masalah atau persoalan

Langkah-Langkah Penerapan

Langkah 1: Menyiapkan sesi Analisa Tulang Ikan

  • Analisa Tulang Ikan kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit.
  • Peserta dibagi dalam kelompok, maksimum 6 orang per kelompok.
  • Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
  • Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
  • Buatlah gambar pada flipchart berdasarkan contoh dibawah ini.
  • Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi diagram tulang ikan.

Langkah 2: Mengidentifikasi akibat atau masalah

  • Akibat atau masalah yang akan ditangani tulislah pada kotak sebelah paling kanan diagram tulang ikan. Misalnya Laporan Anggaran Akhir bulan terlambat.

Langkah 3: Mengidentifikasi berbagai kategori sebab utama

  • Dari garis horizontal utama, ada empat garis diagonal yang menjadi "cabang". Setiap cabang mewakili "sebab utama" dari masalah yang ditulis.
  • Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga masuk akal dengan situasi. Kategori-kategori ini bisa diringkas seperti :
    • Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Mesin, Materi, Pengukuran
    • Metode, Mesin, Material, Manusia - (4M)
    • Tempat (Place), Prosedur (Procedure), Manusia (People), Kebijakan (Policy) - (4P)
    • Lingkungan (Surrounding), Pemasok (Supplier), Sistem (System), Keterampilan (Skill) - (4S)
  • Kategori tersebut hanya sebagai saran; bisa menggunakan kategori lain yang dapat membantu mengatur gagasan-gagasan. Sebaiknya tidak ada lebih dari 6 kotak.

Langkah 4: Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saran

  • Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan dengan menggunakan curah pendapat.
  • Saat sebab-sebab dikemukakan, tentukan bersama-sama dimana sebab tersebut harus ditempatkan dalam Diagram tulang ikan. (yaitu, tentukan di bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan. Misalnya di kategori mesin.)
  • Sebab-sebab ditulis pada garis horizontal sehingga banyak "tulang" kecil keluar dari garis horizontal utama.
  • Suatu sebab bisa ditulis dibawah lebih dari satu kategori sebab utama (misalnya, menerima data yang terlambat bisa diletakkan dibawah manusia dan sistem).

Langkah 5: Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama

  • Setelah setiap kategori diisi carilah sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori. Sebab - sebab inilah yang merupakan petunjuk "sebab yang tampaknya paling mungkin " lingkarilah sebab yang tampaknya paling memungkin pada diagram.

    Catat jawabannya pada kertas flipchart terpisah.

Langkah 6: Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin

  • Diantara semua sebab-sebab, harus dicari sebab yang paling mungkin.
  • Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab yang tampaknya paling memungkinkan) dan tanyakan , "Mengapa ini sebabnya ?"
  • Pertanyaan "Mengapa ?" akan membantu Anda sampai pada sebab pokok dari permasalahan teridentifikasi.
  • Tanyakan "Mengapa ?" sampai saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab lagi. Kalau sudah sampai kesitu sebab pokok telah terindentifikasi.

Contoh:





KOERA AJA BISA, APALAGI INDONESIA

Koh Young Hun
Tiga puluh tahun yang lalu, saya mendengar dari profesor saya di ruang kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang berpotensi tinggi, karena sumber daya alam dan manusianya begitu kaya. Tiga puluh tahun sudah lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya masih juga mengatakan kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara besar dan berpotensi tinggi dengan alasan yang sama.
Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel) memilih presiden baru, yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan memulai lima tahun masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB berjanji bahwa dalam masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan wawasan 7-4-7, yang berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per tahun, 40.000 dollar AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7 terbesar dari segi ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat saya, Indonesia juga bisa, karena negara ini punya kemampuan.
Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan merupakan musuh utama yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan kemalasan yang keduanya adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan. Karena itu, siapa yang lebih dahulu mampu menghilangkan dua sifat buruk itu, maka dialah yang akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan kemakmuran bangsanya.
Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis Steven J Rosen dalam bukunya, The Logic of International Relation, dikenal dua aliran pendapat tentang sebab-sebab keterbelakangan negara-negara berkembang, di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip sangat berbeda satu dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan Korea memiliki pandangan yang sama, yakni menganut paham tradisional; menganggap bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di sebagian besar negara terhambat akibat rendahnya tingkat produktivitas yang berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran dan ketidakefisiensian sosial. Aliran ini berpendapat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan mutlak disebabkan faktor-faktor internal. Istilah Jawa-nya karena salahe dewe.
Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal, memandang kemiskinan dan keterbelakangan suatu negara (terutama negara ketiga) disebabkan oleh kondisi internasional, yakni adanya eksploitasi negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang. Namun, dalam hal ini saya beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu mencari kambing hitam. Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari, lantai pula yang disalahkan.

Etos Korea
Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu relatif singkat telah menjelma menjadi masyarakat modern, yaitu masyarakat yang telah mampu melepaskan diri dari ketergantungan pada kehidupan agraris.
Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang berdecak, terpukau seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para pakar bertanya-tanya, resep apa gerangan yang telah membuat bangsa yang terubah menjadi negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun 1970-an pihak Pemerintah Korea dalam rangka semangat pembangunan nasional telah berusaha membentuk tipe manusia Korea yang memiliki empat kualitas. Pertama, ¡¨sikap rajin bekerja¡¨. Lebih menghargai bekerja secara tuntas betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang pidato yang muluk-muluk tetapi tiada pelaksanaannya.
Kedua, ¡¨sikap hemat¡¨, yang tumbuh sebagai buah dari sikap rajin bekerja tadi. Ketiga, ¡¨sikap self-help¡¨, yang didefinisikan sebagai berusaha mengenali diri sendiri dengan perspektif yang lebih baik, lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha mengembangkan sifat mandiri dan rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja sama, cara untuk mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan mempersatukan individu serta masyarakatnya.
Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa Korea. Bila kita perhatikan, keempat butir nilai itu sesungguhnya adalah nilai luhur bangsa Indonesia. ¡¨Rajin pangkal pandai...¡¨ dan ¡¨sedikit bicara banyak kerja¡¨ adalah pepatah yang telah mengakar dalam budaya Indonesia.
Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama melekat dalam nilai religi sebagian besar masyarakat Indonesia, karena Tuhan Yang Maha Esa dalam Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu bangsa, kecuali bangsa itu mengubah nasibnya sendiri. Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu membuahkan hasil ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai tambah; digolongkan pada perbuatan ibadah. Sementara sifat yang terakhir, kooperasi, adalah sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol. Kooperasi atau gotong royong tetap dipelihara dan dilestarikan.
Burung garuda
Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng tentang seekor anak burung garuda yang tertangkap dan dipelihara oleh seorang pemburu. Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman rumah; bersama-sama ayam kampung. Lalu pada suatu hari lewatlah seorang ahli unggas. Sang zoologist itu terkejut.
¡¨Ah!¡¨ pikir sang ahli unggas itu terheran-heran. ¡¨Sungguh mengherankan burung garuda itu!¡¨ ujarnya kepada pemburu.
¡¨Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya mungkin garuda, tetapi dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!¡¨ balas sang pemburu mantap.
¡¨Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang burung garuda!¡¨ bantah si ahli unggas itu.
Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas udara. Garuda mengepak, lalu terjatuh.
¡¨Betul, kan?¡¨ ujar si pemburu. ¡¨Dia bukan garuda lagi!¡¨
Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan mengapungkannya lagi. Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si pemburu kembali mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah menjadi ayam.
Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang burung itu, lalu dengan lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas membisikkan: ¡¨Garuda, dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang perkasa. Kepakkanlah sayapmu, terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya yang luas yang amat indah. Terbanglah! Membubunglah!¡¨ Burung dilepas, dia mengepak. Semula tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya garuda melesat membubung tinggi, karena dia memang garuda.
Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya dengan bangsa Indonesia. Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata dunia takjub. Borobudur satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa Anda sekalian mampu, Anda punya kemampuan. Korea saja bisa, apalagi Indonesia.
Koh Young Hun Profesor di Program Studi Melayu-Indonesia, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea