BELOPA MY CITY MY HOME I LOVE FULL
zwani.com myspace graphic comments

Minggu, 06 Juni 2010

Zaman Edan


A.S.Gazalba Wajuanna

(Kordinator Front Rakyat Luwu (FORTAL)

Tiap zaman membawa harapan yang berujung kekecewaan. Harapan biasanya ditaruh, di depan tempat paling muluk dalam ruang psikologi pribadi maupun social, dan kekecewaan menyusul sesudahnya. Ketika pada akhirnya, anyaman bagus-bagus tentang apa yang dibayangkan dan semua impian indah ternyata tercampak di batu karang kehidupan nyata yang gersang, getir, sumpek dan gelap.

Tata kehidupan kemasyarakatan dipenuhi suasana kejiwaan serba takut, skeptis, pesimis dan masyarakat kehilangan daya kritis dan nalar yang sehat. Hidup seperti telah kehilangan maknanya sendiri.

Suatu golongan tak lagi mempercayai golongan lain, orang-orang berbeda agama sulit berunding secara terbuka, karena kecurigaan dan permusuhan atas nama Tuhan, ini ironisnya, dianggap jalan suci dan mungkin dianggap kesucian itu sendiri.

Kekerasan antar pribadi, antar kelompok, juga antar kelas, berkembang , kita lalu terbiasa dengan kekerasan sebagai jalan hidup. Perbanditan, perperemanan, peras-memeras di jalanan, dimasyarakat bahkan juga dikantor-kantor, lama-lama menjadi bagian hidup normal.

Aparat keamanan tidak lumpuh, tetapi kelihatan tidak berdaya, dan hukum hanya hidup di dalam kitab-kitab dan dibagian paling idelistis dalam jiwa warga masyarakat yang masih agak waras. Perpolitikan resmi dilembaga-lembaga resmi dan diantara tokoh-tokoh resmi yang memegang kendali kekuasaan dan kotrol atas kekuasaan, terdengar cuma sayup-sayup karena sukar betul membedakan wajah politik dan wajah kriminalitas. Jalan politik dan jalan kriminil berhimpitan rapat, seolah sudah menjadi satu.

Kaum lemah yang terkena perkara, dan harus membela diri, tak tahu ke mana bertanya dan kepada siapa minta perlindungan. Mereka sukar diyakinkan untuk percaya hukum, lembaga hukum dan para ahli hukum.

Pejabat Negara yang bersumpah sebagai orang taqwa dan berjanji lurus dalam segenap sepak terjangnya, hampir semua terperosok dalam lubang kemunafikan. Dan para tokoh tak mau mengakui diri mereka penakut, diam-diam menobatkan ketakutan mereka menjadi kearifan, dan tiap hari mengelus kearifan palsu itu dengan cara seperti dukun mengelus jimatnya.

Segala corak kepalsuan kita junjung tinggi. Kejujuran dengan sendirinya kita tolak. Dikantor-kantor misalnya orang jujur dijauhi, dielakkan dan dibuang jauh-jauh karena dianggap “klilip” berbahaya. Ia tak bisa diajak bersekongkol melakukan kejahatan kolektif.

Sekarang ini merupakan zaman edan, dimana zaman yang kaum terpelajarnya kehilangan kejernihan dan sikap kritis, cenderung membebek orang lain dan malas merumus sendiri artikulasi cerdas dan otensitas pemikiran. Mereka tampak betah dengan kedangkalan cara berpikir dan jangan-jangan sudah tidak berpikir dan tak malu sana-sini mengulang lagi dan lagi gagasan yang membosankan, hingga mereka bagaikan kaset bagi mereka sendiri.

Zaman edan juga ditandai kedangkalan cara memandang Tuhan dan sikap beragama. Para ustadz, guru agama dan rohaniawan memberi contoh salah: beragama hanya berarti sibuk melayani manusia agar memenuhi standar selamat dan bahagia fi dun ya wal akhirah dan sebagian rohaniawan atau mereka yang berlagak rohaniawan, hanya sibuk memperdagangkan agama dalam kancah politik dan tanpa malu mengatasnamakan Tuhan,yang netral, tak memihak, dan tidak berkepentingan dan mengabaikan kewajiban melayani manusia. Kebanyakan kita diajarkan membaca kitab suci untuk orang mati, bukan untuk orang yang hidup yang perlu sandang pangan dan papan secara konkret, perlu dibebaskan dari kebekuan berpikir agar menjadi cerdas secara intelek,emosi maupun spiritual hingga orang yang masih hidup lalu mngubah hidup menjadi lebih dinamik dan mengubah dunia ini menjadi lebih enak dihuni bersama secara nyaman, adil dan manusiawi.

Hidup di zaman edan, Kita semua disibukkan oleh perkara-perkara teknis, mengurus kulit-kulit masalah: cara-cara, aturan, prosedur dan bukan mengurus inti masalah. Ketika membahas hukum, kita bicara pasal-pasal, ketentuan, dan konvensi dan kita lupa akan ruh, atau jiwa hukum itu sendiri yaitu keadilan. Kita terkecoh, ibaratnya sibuk mencari kutu, memperdebatkan prosedur, tapi kita lupa memperjuangkan nasib rakyat yang sedang menderita.

Selebihnya, zaman edan juga ditandai ketidakberdayaan rakyat, kemiskinan, yang setiap saat terjepit, berharap datangnya ratu adil dan cargo cult yang menjawab kemiskinan mereka dibidang materi. Ini materialistis. Maka, demi zaman yang lebih cerah, cerdas dan cerdas secara spiritual, kita diminta mengubah tinggah laku tradisi dan mitos-mitos dan pandangan dunia, yang membikin kita tumpul, dungu dan linglung di zaman edan ini. Semoga kita makin banyak yang mempunyai “ wisdom”, keutamaan budi dan kebijakan.

Kata Bijak: Kehilangan milik tidak begitu penting. Kehilangan kehormatan adalah lebih parah tetapi yang celaka lagi ialah kehilangan keberanian (Goethe)

Minggu, 02 Mei 2010

Mau Dibawa Kemana.....

Kira-kira pertanyaan pada subject diatas cukup pas untuk merekam kondisi perwajahan Indonesia saat ini yg tampak carut marut. Kehidupan sosial, ekonomi dan politik di negara kita diwarnai dengan ketidak pastian serta kemajemukan permasalahan. Pertentangan antar elite sudah begitu memuakkan masing-masing pihak sepertinya sudah melupakan esensi kehadiran mereka di pentas kepemimpinan nasional bahwa mereka hadir bukan untuk "merasa besar", bukan untuk mempertentangkan kepentingan pribadi dan melakukan pembelaan-pembelaan dengan kepanikan terbuka ! Tetapi seharusnya lebih kepada kepercayaan dan kematangan serta kedewasaan berpikir dan bersikap.

Hampir tidak pernah kita dengar lagi perdebatan yg mengedepankan kepentingan umum semuanya bersifat "self centered" orientasi pribadi dan golongan. Sementara keadilan dan penegakan hukum hanya sebatas "lips service" saja, bahkan hanya untuk muntahan peluru yg ditembakkan kepada mereka yg bersebrangan. Semangat memberantas KKN dan Korupsi bukan bagian dari perjuangan antikorupsi tetapi malah pada pembersihan barisan lawan !!! Panggung politik dijadikan sarana pembelaan diri, cuci baju dan bagi-bagi barang dagangan ketimbang penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan itu sendiri.

Capek rasanya kita menyaksikan pementasan drama tanpa ada babak akhirnya....lantas mau dibawa kemana negeri ini ????

Sabtu, 13 Februari 2010

HARAPAN

“Harapan adalah sarapan yang baik, Tetapi makan malam yang buruk.”
– Francis Bacon

Kita harus hidup dengan harapan, tetapi kita tidak bisa hidup menggantung semata pada harapan. Adalah baik untuk berharap yang terbaik. Tetapi hal itu tidak cukup. Kita tidak bisa hanya berharap – kita harus bertindak.

Sangat menyedihkan, bahwa banyak hal digantung berlebihan pada harapan – demi perbaikan nasib. Berharap yang terbaik belum menghasilkan apa-apa. Bekerja dan bertindak – disertai dengan
harapan di dalam hati – adalah hal yang membawa hasil. Kombinasi yang sempurna. Harapan tidak akan mengecewakan – selama hal itu disertai dengan tindakan dan komitmen.
Harapan tidak bisa mengganti tindakan. Kerjakan apa yang harus dikerjakan – ada atau tidak ada harapan. Harapkan yang terbaik dan kerjakan apa saja yang memungkinkan harapan itu terwujud.

Mulai hari baru anda dengan harapan, dan sambung dengan kerja dan karya. Biarkan harapan menginspirasikan anda, ketimbang membuai anda. Harapkan yang terbaik, dan bayar setiap ongkosnya. Harapan bergantung pada ANDA.

Apa yang Memotivasi Para Bilyuner..?
Pernahkah terpikir oleh anda, apa yang memotivasi para bilyuner? Bahkan jauh hari sebelum menjadi bilyuner – kekayaan yang mereka kumpulkan telah mencukupi untuk hidup mereka, anak mereka, cucu mereka, atau bahkan generasi selanjutnya.

Kebanyakan bilyuner adalah pekerja keras. Bangun pagi-pagi – lalu pergi bekerja hingga larut malam. Mereka melakukan itu – tentu bukan lagi karena sekedar mengejar uang. Lalu apa yang mereka kejar? Apakah itu keserakahan? atau kekuasaan? Mungkin. Tetapi secara umum, orang-orang pelit / serakah – jarang beroleh sukses – karena mereka tidak memberi nilai lebih pada orang lain. Kebanyakan bilyuner modern masa kini, tidak menjadi bilyuner karena kikir.

Para bilyuner termotivasi oleh cita-cita mereka. Cita-cita untuk membuat perbedaan, sehingga dunia menjadi berbeda karena mereka ADA. Motivasi ini yang memampukan mereka untuk menjadi bilyuner. Dan karena hal itu pula mereka tetap bisa bekerja keras – sekalipun telah menjadi bilyuner.

Apakah anda ingin hidup seperti seorang bilyuner? Mudah sekali. Berhentilah bekerja hanya untuk sekedar hidup – dan buat perbedaan. Sekalipun di hari terburuk

Hidup adalah kemewahan, hidup adalah kegembiraan – sekalipun di hari terburuk. Kenyataan bahwa anda saat ini hidup sehingga bisa membuat keputusan, bisa melaksanakannya, dan mampu membuat perbedaan – jauh lebih berharga ketimbang segala kesulitan dan kekecewaan yang mungkin menghadang.

Saat dunia gelap – hidup adalah alasan mengapa anda harus menjadi cahaya.

Kualitas hidup anda tidak tergantung pada apa yang anda temui, tetapi pada seperti apa anda setelah melewati segala tantangan. Hari ini adalah hari istimewa – karena anda diperbolehkan masuk ke hari ini. Ada kesempatan untuk tumbuh – dan mencapai cita-cita anda ke segala arah. Bila orang di sekitar anda pencemooh dan pendengki – anda punya kesempatan untuk membuat – bahwa KARENA ANDA – lingkungan anda bisa berubah ke arah lebih baik. Tantangan kesulitan yang ada di depan anda menyembunyikan harta karun nyata yang menunggu untuk digali.

Hati kecil anda sudah mengerti hal ini. Hidup adalah indah – bila anda menerima hidup sebagai kesempatan. Di mana pun anda, apapun yang anda hadapi, ambil keputusan untuk menikmati keindahan itu setiap hari. Dan saat anda mengambil pilihan ini – dunia di sekeliling anda pun akan menjadi lebih baik.

Sabtu, 07 November 2009

Hidup Adalah Anugerah

Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

Kamis, 01 Oktober 2009

Keep Dreaming Keep Action

Einstein mengatakan bahwa: “Ada dua cara menjalani hidup, yaitu menjalaninya dengan keajaiban-keajaiban atau menjalaninya dengan biasa-biasa saja“.

Sekarang ini banyak selogan yang dikeluarkan oleh banyak orang yang topiknya seolah membius kita: “Stop Dreaming Start Action“. Saya mengatakan bahwa slogan itu sepenuhnya tidak benar.

Mengapa? Coba kita bayangkan, segala sesuatu yang Anda jalani saat ini adalah tidak lepas dari ‘dream’ atau mimpi Anda entah beberapa tahun yang lalu kan?

Sejarah pesawat terbang yang menjadi angkutan favorit saat ini berawal dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Thomas Alfa Edison juga menemukan bolam lampu dari mimpi besar dia untuk menerangi dunia.

Jadi totally kita semua harus tetap memupuk mimpi-mimpi besar kita untuk membuat perubahan yang membantu terwujudnya dunia yang lebih maju dan bermanfaat bagi orang banyak.

Jadi dua cara untuk untuk menjalani kehidupan ini dan keduanya benar.

1. Dengan penuh keajaiban karena kita menyerahkan totally kepada Kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, dan

2. Dengan biasa-biasa saja, karena yaaa… memang beginilah kehidupan ini.

Dan semua orang jika ditanya, mereka justru akan memilih nomor 1, karena secara fitrah (suci) kita semua adalah ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu dekat denngan-Nya.

Jadi, mari kita jalani kehidupan ini dengan penuh ajaib, dengan selalu bersyukur setiap apa yang kita dapatkan.

Senin, 07 September 2009

4 Langkah Mudah Menghindari Telat Deadline

Deadline - photo by Sarajea

Deadline - photo by Sarajea

Siapa disini yang pernah telat menyelesaikan deadline hayooo? Saya yakin kita semua pernah mengalaminya, apalagi freelancer seperti kita yang menjadi bos dari diri sendiri. Weits, bukan berarti karena kita freelancer jadinya kita bisa seenaknya tidak patuh deadline, salah itu!

Justru karena kita freelancer, kita harusnya punya lebih banyak kontrol terhadap apa yang kita kerjaan dan telat menghadapi deadline harusnya bisa lebih minimal (seharusnya). Coba sekarang kita manfaatkan kontrol yang kita punya itu dan terapkan 4 langkah dibawah agar kita bisa menghindari pekerjaan yang telat.

Jangan jadi deadliner!

Saya sengaja menaruh ini di paling atas karena inilah biasanya penyebab utama terjadinya keterlambatan. Kata-kata seperti “Ah masih lama” atau “Besok masih bisa laa!” harus selalu dihindari! Anda jauh lebih baik mencicil pekerjaan Anda daripada menghabiskan semalaman suntuk menyelesaikan proyek pada H-1. Ingat bahwa badan Anda ada batasnya!

Kebiasaan ini juga sangat perlu dihindari karena biasanya masalah-masalah baru akan bermunculan di detik-detik terakhir. Bila Anda deadliner, saya yakin Anda tahu apa yang saya maksud +wink+

Langkah ini lebih ke arah mindset. Siapkan niat Anda lalu lakukanlah langkah kedua.

Rencanakan semuanya dengan baik

Nobody plans to fail,
they just fail to plan

Perencanaan itu penting, kerja tu jangan berantakan. Bacalah artikel kami tentang workflow standar freelancer bila Anda masih tidak mempunyai gambaran jelas tentang cara Anda bekerja. Perlu diingatkan bahwa disini Anda sepenuhnya yang pegang kontrol, jadilah orang yang fleksibel Namun bertanggung jawab. Temukan workflow kerja yang cocok untuk Anda dan kerjakan dengan disiplin.

Saya sendiri biasa memulai hari dengan mendaftarkan semua yang saya harus kerjakan hari itu dan akan mencontengnya satu persatu bila sudah selesai. Biasakan mendaftarkan kegiatan yang kecil dan seperti: “membuat menu menggunakan suckerfish” dan “mengerjakan fitur A” daripada “selesaikan desain situs B”. Dengan begitu pada saat hari berakhir, kita akan merasa sudah mengerjakan banyak hal! :D

Jangan terlalu menganggap tinggi kemampuan Anda

Sudah baca Pengalaman kita #7? Siapa coba yang pernah mengalaminya? Saya dulu sering sekali mengalami hal tersebut karena saya terlalu tinggi menilai kemampuan saya. Kita bukan Superman! Kita manusia biasa yang butuh istirahat dan pastinya kemampuan kita ada batasnya. Belajarlah untuk mengukur batasan tersebut.

Tapi jangan jadikan ini alasan untuk kalian berleha-leha. Tentukan batas optimal, bukan maksimal dari kemampuan kalian dan coba kembangkan secara perlahan-lahan. Ngomong si gampang memang :P Tapi saya yakin Anda akan mengetahui batas kemampuan diri (dan kesehatan pribadi) sejalannya dengan pengalaman yang didapatkan.

Evaluasi kinerja Anda dan Adaptasi

Langkah ini banyak sekali dilupakan oleh freelancer, terutama yang sudah lama berkecimpung di dunia freelancing. Banyak yang lupa bahwa semua proses yang kita lakukan butuh pengawasan, sama seperti di dunia kerja di mana bos kitalah yang mengawasi. Nah, sekarang tidak ada bos! Maka dari itu kitalah yang wajib mengawasi diri kita sendiri.

Cobalah evaluasi kinerja Anda tiap bulan, berapa proyek yang sudah Anda kerjakan dengan sukses, berapa yang telat, berapa yang tidak sesuai ekspektasi, dan dari semua data tersebut cobalah Anda mengevaluasi kesalahan Anda. Identifikasikan masalah dan cobalah atasi segera agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di bulan-bulan berikutnya.

Aria Rajasa

Selasa, 04 Agustus 2009

DOA GADIS KECIL

Beberapa bulan lagi usianya genap tujuh tahun. Saat ini ia telah duduk di
kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Suatu ketika perhatiannya tertarik pada sebuah
kotak yang sangat indah yang dibawa ayahnya sekembali dari bekerja. Perlahan
dihampirinya sang ayah dan berkata perlahan seakan berbisik :

Yah, kotak apa itu ? ayah singgah di mall ?

Kotak berisi cincin untuk bunda… sahut ayah menjelaskan seraya
memperlihatkan sebuah cincin mungil bertahtakan berlian bergemerlap bagai
bintang yang sedang berkedip.

Aku ingin kotaknya saja ‘yah… boleh? Pintanya sambil mengamati benda yang
masih bertengger di telapak tangan ayah. Sebuah kotak mungil yang sangat
lucu berwarna biru.

Untuk apa sayang ? Sergap ayah sambil memicingkan mata.. pandangannya seakan
menyelidik sesuatu yang sangat rahasia di dalam benak putri yang dikasihinya
itu.
“Aku ingin menyimpan sesuatu yang lebih berharga” ke dalam kotak itu. Sahut
si gadis kecil serius.

Sang ayah dengan bijak mengeluarkan cincin tersebut dan menyerahkan kotak
kosong itu kepada putri kesayangannya dengan tatapan yang masih penuh tanda
tanya.
Karena kelelahan setelah seharian bekerja… ayah tidak tertarik lagi untuk
menelusuri kejelasan kalimat “sesuatu yang berharga” yang baru saja
diucapkan oleh putrinya.

Selang beberapa minggu……

…… sambil berlari-lari kecil, gadis mungil itu mengejar ayahnya yang sedang
melangkah menuju ruang shalat. Suara tarhim mulai terdengar mendayu dayu
dari mesjid yang terletak tidak seberapa jauh dari tempat tinggal mereka.
Tarhim adalah isyarat bahwa azan magrib akan segera dikumandangkan. Secara
rutin setiap waktu magrib, isya dan subuh ayah memimpin shalat dalam
keluarga.

Ayah… suara gadis itu merdu… sang ayah sejenak menghentikan langkah untuk
memasuki ruangan shalat.. dengan penuh tanda tanya ditungguinya langkah
gadis kecil itu menghampirinya. Melihat gelagat seperti ini pasti ada
sesuatu yang luar biasa, demikian pikir ayah sekilas.

Ada apa sayang? tanya ayah penasaran sambil mengernyitkan kedua alisnya
disertai senyum datar yang kurang menarik perhatian gadis kecilnya.

Si gadis lalu berusaha mendekatkan mulutnya ke telinga ayah untuk
membisikkan sesuatu… memahami maksud tersebut ayah membungkukan badan agar
mudah terjangkau si kecil.

Aku mau memberi bingkisan ini untuk hadiah ulang tahun ayah… ucap gadis itu
dengan polos seraya memperlihatkan kotak kecil yang terbungkus rapih
menggunakan sehelai kertas buku tulis bergaris…. Serta merta bibir laki-laki
tua itu terpilin membentuk senyum misterius yang walau agak susah dipahami
gadis kecilnya, tetapi si gadis tetap yakin bahwa dalam senyum itu ada kasih
sayang
yang sangat khas yang sudah dikenalinya selama ini.

Apa isinya sayang? cecar ayah seakan-akan tidak sabaran untuk membuka kotak
tersebut.

Bukalah sekarang yah… pintanya singkat, seakan akan ingin menyelesaikan
persoalan.

Tanpa menunggu lama-lama kotak itu dibuka perlahan dan sangat hati-hati..
wow! Kotak kosong… Seru ayahnya seraya meledakkan tertawa bahagia yang tidak
jelas asal usulnya.

Sst… tukas gadis kecil itu seraya menempelkan jari telunjuk ke permukaan
bibirnya sendiri… “Dalam kotak itu ada doa ‘yah..” urainya seakan
menggurui…. “Ayah pernah berkata bahwa doa adalah perhiasan yang sangat
mahal…. karena dengan doa segala sesuatu bisa menjadi lebih berharga. Di
dalam kotak itu tersimpan doaku untuk bingkisan hari ulang tahun ayah.”

Astaghfirullah al ‘adzhiem.. masya Allah.. Ya Allah… gumam laki-laki
setengah baya itu terjerembab dalam perasaan penuh pesona. Kedua bibirnya
seketika terkatup rapat-rapat seakan menahan sesuatu yang ingin meledak dari
dalam perasaannya. Secara samar dia merasakan seolah dirinya sedang
berhadapan dengan segelintir malaikat suci yang dengan anggun berdiri di
hadapannya.

Selamat hari ulang tahun ‘yah… ucap gadis mungil itu seraya mencium tangan
ayah dan menuntunnya ke ruang shalat.

Sang ayah mengikuti langkah bidadari kecilnya menuju mihrab tanpa mampu
mengucapkan sepatah kata pun.. Azan maghrib sayup-sayup terdengar dari
kejauhan. Airmata kebahagiaan berderai menggenangi apa yang bisa
digenanginya, seakan turut bersujud ketika beberapa butir meluncur bagai
kristal bening menerpa sujadah saat takbir di ikrarkan ke hadapan Allah.

Allahu Akbar.

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka
dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka[*], dan Kami
tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia
terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. 52:21)

[*] Maksudnya: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah
derajatnya sebagai derajat bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak mereka
dalam surga.