Kamis, 01 Oktober 2009
Keep Dreaming Keep Action
Sekarang ini banyak selogan yang dikeluarkan oleh banyak orang yang topiknya seolah membius kita: “Stop Dreaming Start Action“. Saya mengatakan bahwa slogan itu sepenuhnya tidak benar.
Mengapa? Coba kita bayangkan, segala sesuatu yang Anda jalani saat ini adalah tidak lepas dari ‘dream’ atau mimpi Anda entah beberapa tahun yang lalu kan?
Sejarah pesawat terbang yang menjadi angkutan favorit saat ini berawal dari sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Thomas Alfa Edison juga menemukan bolam lampu dari mimpi besar dia untuk menerangi dunia.
Jadi totally kita semua harus tetap memupuk mimpi-mimpi besar kita untuk membuat perubahan yang membantu terwujudnya dunia yang lebih maju dan bermanfaat bagi orang banyak.
Jadi dua cara untuk untuk menjalani kehidupan ini dan keduanya benar.
1. Dengan penuh keajaiban karena kita menyerahkan totally kepada Kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, dan
2. Dengan biasa-biasa saja, karena yaaa… memang beginilah kehidupan ini.
Dan semua orang jika ditanya, mereka justru akan memilih nomor 1, karena secara fitrah (suci) kita semua adalah ciptaan-ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk selalu dekat denngan-Nya.
Jadi, mari kita jalani kehidupan ini dengan penuh ajaib, dengan selalu bersyukur setiap apa yang kita dapatkan.
Senin, 07 September 2009
4 Langkah Mudah Menghindari Telat Deadline
Siapa disini yang pernah telat menyelesaikan deadline hayooo? Saya yakin kita semua pernah mengalaminya, apalagi freelancer seperti kita yang menjadi bos dari diri sendiri. Weits, bukan berarti karena kita freelancer jadinya kita bisa seenaknya tidak patuh deadline, salah itu!
Justru karena kita freelancer, kita harusnya punya lebih banyak kontrol terhadap apa yang kita kerjaan dan telat menghadapi deadline harusnya bisa lebih minimal (seharusnya). Coba sekarang kita manfaatkan kontrol yang kita punya itu dan terapkan 4 langkah dibawah agar kita bisa menghindari pekerjaan yang telat.
Jangan jadi deadliner!
Saya sengaja menaruh ini di paling atas karena inilah biasanya penyebab utama terjadinya keterlambatan. Kata-kata seperti “Ah masih lama” atau “Besok masih bisa laa!” harus selalu dihindari! Anda jauh lebih baik mencicil pekerjaan Anda daripada menghabiskan semalaman suntuk menyelesaikan proyek pada H-1. Ingat bahwa badan Anda ada batasnya!
Kebiasaan ini juga sangat perlu dihindari karena biasanya masalah-masalah baru akan bermunculan di detik-detik terakhir. Bila Anda deadliner, saya yakin Anda tahu apa yang saya maksud +wink+
Langkah ini lebih ke arah mindset. Siapkan niat Anda lalu lakukanlah langkah kedua.
Rencanakan semuanya dengan baik
Nobody plans to fail,
they just fail to plan
Perencanaan itu penting, kerja tu jangan berantakan. Bacalah artikel kami tentang workflow standar freelancer bila Anda masih tidak mempunyai gambaran jelas tentang cara Anda bekerja. Perlu diingatkan bahwa disini Anda sepenuhnya yang pegang kontrol, jadilah orang yang fleksibel Namun bertanggung jawab. Temukan workflow kerja yang cocok untuk Anda dan kerjakan dengan disiplin.
Saya sendiri biasa memulai hari dengan mendaftarkan semua yang saya harus kerjakan hari itu dan akan mencontengnya satu persatu bila sudah selesai. Biasakan mendaftarkan kegiatan yang kecil dan seperti: “membuat menu menggunakan suckerfish” dan “mengerjakan fitur A” daripada “selesaikan desain situs B”. Dengan begitu pada saat hari berakhir, kita akan merasa sudah mengerjakan banyak hal!
Jangan terlalu menganggap tinggi kemampuan Anda
Sudah baca Pengalaman kita #7? Siapa coba yang pernah mengalaminya? Saya dulu sering sekali mengalami hal tersebut karena saya terlalu tinggi menilai kemampuan saya. Kita bukan Superman! Kita manusia biasa yang butuh istirahat dan pastinya kemampuan kita ada batasnya. Belajarlah untuk mengukur batasan tersebut.
Tapi jangan jadikan ini alasan untuk kalian berleha-leha. Tentukan batas optimal, bukan maksimal dari kemampuan kalian dan coba kembangkan secara perlahan-lahan. Ngomong si gampang memang Tapi saya yakin Anda akan mengetahui batas kemampuan diri (dan kesehatan pribadi) sejalannya dengan pengalaman yang didapatkan.
Evaluasi kinerja Anda dan Adaptasi
Langkah ini banyak sekali dilupakan oleh freelancer, terutama yang sudah lama berkecimpung di dunia freelancing. Banyak yang lupa bahwa semua proses yang kita lakukan butuh pengawasan, sama seperti di dunia kerja di mana bos kitalah yang mengawasi. Nah, sekarang tidak ada bos! Maka dari itu kitalah yang wajib mengawasi diri kita sendiri.
Cobalah evaluasi kinerja Anda tiap bulan, berapa proyek yang sudah Anda kerjakan dengan sukses, berapa yang telat, berapa yang tidak sesuai ekspektasi, dan dari semua data tersebut cobalah Anda mengevaluasi kesalahan Anda. Identifikasikan masalah dan cobalah atasi segera agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di bulan-bulan berikutnya.
Aria RajasaSelasa, 04 Agustus 2009
DOA GADIS KECIL
Beberapa bulan lagi usianya genap tujuh tahun. Saat ini ia telah duduk di
kelas 2 Sekolah Dasar (SD). Suatu ketika perhatiannya tertarik pada sebuah
kotak yang sangat indah yang dibawa ayahnya sekembali dari bekerja. Perlahan
dihampirinya sang ayah dan berkata perlahan seakan berbisik :
Yah, kotak apa itu ? ayah singgah di mall ?
Kotak berisi cincin untuk bunda… sahut ayah menjelaskan seraya
memperlihatkan sebuah cincin mungil bertahtakan berlian bergemerlap bagai
bintang yang sedang berkedip.
Aku ingin kotaknya saja ‘yah… boleh? Pintanya sambil mengamati benda yang
masih bertengger di telapak tangan ayah. Sebuah kotak mungil yang sangat
lucu berwarna biru.
Untuk apa sayang ? Sergap ayah sambil memicingkan mata.. pandangannya seakan
menyelidik sesuatu yang sangat rahasia di dalam benak putri yang dikasihinya
itu.
“Aku ingin menyimpan sesuatu yang lebih berharga” ke dalam kotak itu. Sahut
si gadis kecil serius.
Sang ayah dengan bijak mengeluarkan cincin tersebut dan menyerahkan kotak
kosong itu kepada putri kesayangannya dengan tatapan yang masih penuh tanda
tanya.
Karena kelelahan setelah seharian bekerja… ayah tidak tertarik lagi untuk
menelusuri kejelasan kalimat “sesuatu yang berharga” yang baru saja
diucapkan oleh putrinya.
Selang beberapa minggu……
…… sambil berlari-lari kecil, gadis mungil itu mengejar ayahnya yang sedang
melangkah menuju ruang shalat. Suara tarhim mulai terdengar mendayu dayu
dari mesjid yang terletak tidak seberapa jauh dari tempat tinggal mereka.
Tarhim adalah isyarat bahwa azan magrib akan segera dikumandangkan. Secara
rutin setiap waktu magrib, isya dan subuh ayah memimpin shalat dalam
keluarga.
Ayah… suara gadis itu merdu… sang ayah sejenak menghentikan langkah untuk
memasuki ruangan shalat.. dengan penuh tanda tanya ditungguinya langkah
gadis kecil itu menghampirinya. Melihat gelagat seperti ini pasti ada
sesuatu yang luar biasa, demikian pikir ayah sekilas.
disertai senyum datar yang kurang menarik perhatian gadis kecilnya.
Si gadis lalu berusaha mendekatkan mulutnya ke telinga ayah untuk
membisikkan sesuatu… memahami maksud tersebut ayah membungkukan badan agar
mudah terjangkau si kecil.
Aku mau memberi bingkisan ini untuk hadiah ulang tahun ayah… ucap gadis itu
dengan polos seraya memperlihatkan kotak kecil yang terbungkus rapih
menggunakan sehelai kertas buku tulis bergaris…. Serta merta bibir laki-laki
tua itu terpilin membentuk senyum misterius yang walau agak susah dipahami
gadis kecilnya, tetapi si gadis tetap yakin bahwa dalam senyum itu ada kasih
sayang yang sangat khas yang sudah dikenalinya selama ini.
Apa isinya sayang? cecar ayah seakan-akan tidak sabaran untuk membuka kotak
tersebut.
Bukalah sekarang yah… pintanya singkat, seakan akan ingin menyelesaikan
persoalan.
Tanpa menunggu lama-lama kotak itu dibuka perlahan dan sangat hati-hati..
wow! Kotak kosong… Seru ayahnya seraya meledakkan tertawa bahagia yang tidak
jelas asal usulnya.
Sst… tukas gadis kecil itu seraya menempelkan jari telunjuk ke permukaan
bibirnya sendiri… “Dalam kotak itu ada doa ‘yah..” urainya seakan
menggurui…. “Ayah pernah berkata bahwa doa adalah perhiasan yang sangat
mahal…. karena dengan doa segala sesuatu bisa menjadi lebih berharga. Di
dalam kotak itu tersimpan doaku untuk bingkisan hari ulang tahun ayah.”
Astaghfirullah al ‘adzhiem.. masya Allah.. Ya Allah… gumam laki-laki
setengah baya itu terjerembab dalam perasaan penuh pesona. Kedua bibirnya
seketika terkatup rapat-rapat seakan menahan sesuatu yang ingin meledak dari
dalam perasaannya. Secara samar dia merasakan seolah dirinya sedang
berhadapan dengan segelintir malaikat suci yang dengan anggun berdiri di
hadapannya.
Selamat hari ulang tahun ‘yah… ucap gadis mungil itu seraya mencium tangan
ayah dan menuntunnya ke ruang shalat.
Sang ayah mengikuti langkah bidadari kecilnya menuju mihrab tanpa mampu
mengucapkan sepatah kata pun.. Azan maghrib sayup-sayup terdengar dari
kejauhan. Airmata kebahagiaan berderai menggenangi apa yang bisa
digenanginya, seakan turut bersujud ketika beberapa butir meluncur bagai
kristal bening menerpa sujadah saat takbir di ikrarkan ke hadapan Allah.
Allahu Akbar.
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka
dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka[*], dan Kami
tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia
terikat dengan apa yang dikerjakannya. (QS. 52:21)
[*] Maksudnya: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah
derajatnya sebagai derajat bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak mereka
dalam surga.
Sabtu, 31 Januari 2009
ANALISIS SWOT
SWOT adalah singkatan dari bahasa Inggris STRENGTHS (Kekuatan), WEAKNESSES (Kelemahan), OPPORTUNITIES (Peluang) dan THREATS (Ancaman). Analisa SWOT berguna untuk menganalisa faktor-faktor di dalam organisasi yang memberikan andil terhadap kualitas pelayanan atau salah satu komponennya sambil mempertimbangkan faktor-faktor eksternal.
Analsis SWOT dapat dibagikan dalam lima langkah:
1. Menyiapkan sesi SWOT.
2. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan.
3. Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman.
4. Melakukan ranking terhadap kekuatan dan kelemahan.
5. Menganalisis kekuatan dan kelemahan.
Manfaat Analisa SWOT
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman organisasi
Langkah-Langkah Penerapan
Langkah 1: Menyiapkan sesi SWOT
* SWOT kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit.
* Peserta dibagi dalam kelompok dengan maksimum 6 orang per kelompok.
* Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
* Setiap kelompok membuat sebuah matriks SWOT sesuai dengan contoh.
* Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
* Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi matriks SWOT.
Langkah 2: Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
* Dengan menggunakan curah pendapat, tulis pada kartu semua kekuatan di dalam organisasi (internal). Kekuatan bisa berupa, tenaga trampil, gaji, sarana. Setelah kartu diisi tempelkan pada kertas flipchart.
* Setelah selesai menyusun kekuatan internal, dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan kelemahan di dalam organisasi (internal) pada kartu lalu ditempelkan pada flipchart .
Langkah 3: Mengidentifikasi kesempatan dan ancaman
* Dengan menggunakan curah pendapat, daftarkan semua kesempatan di luar organisasi (kesempatan ekstern) yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pelayanan atau atasi sebuah masalah. Ini bisa berupa latihan, tenaga baru, peraturan baru dan seterusnya.
* Dengan menggunakan curah pendapat, buatlah daftar ancaman di luar organisasi (ancaman ekstern) yang dapat menghalangi pemecahan masalah.
Langkah 4: Melakukan ranking terhadap kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang
* Daftarkan dalam kolom masing-masing: kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang.
* Buatlah ranking setiap kolom. Yang perlu dipikirkan adalah pentingnya kesempatan / ancaman dan berapa besar kemungkinan kesempatan / ancaman tersebut memang akan ada. Begitu juga dengan ancaman dan peluang.
Langkah 5: Menganalisis kekuatan dan kelemahan
* Masukan kekuatan dan kelemahan masuk matriks SWOT.
* Kekuatan diisi sesuai ranking yang telah dikerjakan, kekuatan yang paling besar di atas, yang kurang besar di bawah.
* Setelah kekuatan diisi, disusul dengan kelemahan.
* Masukan kesempatan dan ancaman di dalam kolom.
* Hubungkan kekuatan dan kelemahan dengan kesempatan dan ancaman.
* Kombinasi di mana kekuatan bertemu dengan kesempatan adalah keadaan yang paling positif. Keadaan ini harus dipelihara dengan baik supaya tetap ada.
* Kombinasi kelemahan dan ancaman adalah keadaan yang paling negatif dan harus dihindari.
* Setiap kombinasi diperiksa ulang kalau memang merupakan jalan keluar untuk mengurangi kelemahan atau ancaman.
Catatan:
Analisis SWOT bukanlah akhir dari proses. Untuk memanfaatkan sepenuhnya alat ini, anda perlu menentukan rencana tindak lanjut. Juga alat ini cenderung berdasarkan pada "pendapat" dan indikator-indikator kualitatif dan belum tentu pada "kenyataan".
Contoh :
Fishbone Analysis
Pengertian dan Tujuan
Analisa tulang ikan dipakai jika ada perlu untuk mengkategorikan berbagai sebab potensial dari satu masalah atau pokok persoalan dengan cara yang mudah dimengerti dan rapi. Juga alat ini membantu kita dalam menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam proses. Yaitu dengan cara memecah proses menjadi sejumlah kategori yang berkaitan dengan proses, mencakup manusia, material, mesin, prosedur, kebijakan dan sebagainya.
Langkah-Langkah:
- Menyiapkan sesi sebab-akibat
- Mengidentifikasi akibat
- Mengidentifikasi berbagai kategori.
- Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saran.
- Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama
- Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin
Manfaat Analisa Tulang Ikan
Memperjelas sebab-sebab suatu masalah atau persoalan
Langkah-Langkah Penerapan
Langkah 1: Menyiapkan sesi Analisa Tulang Ikan
- Analisa Tulang Ikan kemungkinan akan menghabiskan waktu 50 - 60 menit.
- Peserta dibagi dalam kelompok, maksimum 6 orang per kelompok.
- Dengan menggunakan alat curah pendapat memilih pelayanan atau komponen pelayanan yang akan dianalisa.
- Siapkan kartu dan kertas flipchart untuk setiap kelompok.
- Buatlah gambar pada flipchart berdasarkan contoh dibawah ini.
- Tentukan seorang Pencatat. Tugas Pencatat adalah mengisi diagram tulang ikan.
Langkah 2: Mengidentifikasi akibat atau masalah
- Akibat atau masalah yang akan ditangani tulislah pada kotak sebelah paling kanan diagram tulang ikan. Misalnya Laporan Anggaran Akhir bulan terlambat.
Langkah 3: Mengidentifikasi berbagai kategori sebab utama
- Dari garis horizontal utama, ada empat garis diagonal yang menjadi "cabang". Setiap cabang mewakili "sebab utama" dari masalah yang ditulis.
- Kategori sebab utama mengorganisasikan sebab sedemikian rupa sehingga masuk akal dengan situasi. Kategori-kategori ini bisa diringkas seperti :
- Sumber Daya Alam, Sumber Daya Manusia, Mesin, Materi, Pengukuran
- Metode, Mesin, Material, Manusia - (4M)
- Tempat (Place), Prosedur (Procedure), Manusia (People), Kebijakan (Policy) - (4P)
- Lingkungan (Surrounding), Pemasok (Supplier), Sistem (System), Keterampilan (Skill) - (4S)
- Kategori tersebut hanya sebagai saran; bisa menggunakan kategori lain yang dapat membantu mengatur gagasan-gagasan. Sebaiknya tidak ada lebih dari 6 kotak.
Langkah 4: Menemukan sebab-sebab potensial dengan cara sumbang saran
- Setiap kategori mempunyai sebab-sebab yang perlu diuraikan dengan menggunakan curah pendapat.
- Saat sebab-sebab dikemukakan, tentukan bersama-sama dimana sebab tersebut harus ditempatkan dalam Diagram tulang ikan. (yaitu, tentukan di bawah kategori yang mana gagasan tersebut harus ditempatkan. Misalnya di kategori mesin.)
- Sebab-sebab ditulis pada garis horizontal sehingga banyak "tulang" kecil keluar dari garis horizontal utama.
- Suatu sebab bisa ditulis dibawah lebih dari satu kategori sebab utama (misalnya, menerima data yang terlambat bisa diletakkan dibawah manusia dan sistem).
Langkah 5: Mengkaji kembali setiap kategori sebab utama
- Setelah setiap kategori diisi carilah sebab-sebab yang muncul pada lebih dari satu kategori. Sebab - sebab inilah yang merupakan petunjuk "sebab yang tampaknya paling mungkin " lingkarilah sebab yang tampaknya paling memungkin pada diagram.
Catat jawabannya pada kertas flipchart terpisah.
Langkah 6: Mencapai kesepakatan atas sebab-sebab yang paling mungkin
- Diantara semua sebab-sebab, harus dicari sebab yang paling mungkin.
- Kaji kembali sebab-sebab yang telah didaftarkan (sebab yang tampaknya paling memungkinkan) dan tanyakan , "Mengapa ini sebabnya ?"
- Pertanyaan "Mengapa ?" akan membantu Anda sampai pada sebab pokok dari permasalahan teridentifikasi.
- Tanyakan "Mengapa ?" sampai saat pertanyaan itu tidak bisa dijawab lagi. Kalau sudah sampai kesitu sebab pokok telah terindentifikasi.
Contoh:


KOERA AJA BISA, APALAGI INDONESIA
Minggu, 09 November 2008
Kemenangan CS merupakan MIX BLESSING
Namun disini akan kita lihat nanti kemampuan kepemimpinan CS dalam mengelola dan memberdayakan masyarakata luwu menuju masyarakat yang sejahtera. Jangan sampai terbuai romantisme belaka yang menyesatkan. Atau bahkan lebih buruk dari kepemimpinan yang dulu. Dan yang kemudian terjadi mix blessing ( berkah yang tercampur).